Sore yang Berangin

Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga;

apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.

Tarian di udara yang menggelitik inderaku

Memicingkan pupil di balik kacamata

Hembusan yang menampar sekujur tubuhku

Menusuk belulang dengan kebekuan semu

Awan mendung berarak di kejauhan

Matahari dibelakang bersinar belum berserah

Mungkin nun jauh di sana, di selimuti hujan dan kelabu

Angin berhembus lagi

Pikiranku ikut bernari lagi

Dedaunan berjatuhan dari pokoknya

Akankah sang kayu bernafas itu merasa gulana

Begitu banyak darinya yang terlepas

Tak sedikit yang hijau

Segolongan terjatuh di jalanan

Sebagian ditenggelamkan oleh anemoi dalam selokan

Berbaur kemudian hilang

Angin berhembus kembali, menarikan lamunanku

Sedekade dari masa ini

Pohon yang sama mungkin dengan dedaunan yang berbeda

Tempat yang sama mungkin dengan pepohonan yang berbeda

Lokasi yang sama mungkin tanpa pepohonan sama sekali

Satu yang pasti tak ada yang abadi

Heraclitus meninggalkan kalimat tentang sesuatu yang konstan

Aku nyaris lupa, jika saja angin tak membawanya kembali padaku

tentang perubahan

……

Tapi ada yang tidak berubah.

Telinga mendengar, namun seperti angin, terkadang tak menetap.

9959333

Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu,

bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s