Teriakan yang Diampuni

81709a85d939f6c5b403caba4ea1fce2.1000x750x1

Sebuah pesta pora. Hiruk pikuk yang dahsyat. Namun seperti esensi hidup api dan air yang berkebalikan.

Alam semesta berkabung sedang ke astralan dunia sedang berpesta.

Si Lucifer tertawa senang disingasananya. Tari tarian memenuhi hadapannya. Kegembiraan yang luar biasa, membawanya kembali mengenang masa lalu.

Bagaimana ia dan antek-anteknya yang berkhianat di copot dari kemuliaan seorang tentara surgawi. Berabad-abad sejak itu, ia terus bermuslihat.

ia tertawa disaat manusia pertama jatuh dalam perangkapnya. ia terbahak saat pembunuhan pertama kali terjadi.  Bahkan saat itu hampir seluruh dunia jatuh dalam perangkap mautnya.

ia  mengingat terus masa masa penuh tawanya.

Terutama saat ini.

Seperti seratus tahun rasanya, ketika sang Anak turun dan melucuti singasananya. Tapi tentu saja, dia adalah raja pendusta, segala rencana licik adalah bagiannya.

Sang bintang jatuh itu tersenyum lebar mengingat bagaimana ketika sang murid mengkhianati gurunya. Ketika seluruh dunia mengkhianati Tuhan mereka.

Astaga, sungguh akhirnya ia punya kesempatan melakukan semua itu. Meludahi, mencambuk bahkan memaku sang Anak. ia tertawa lebih keras sekarang, bahkan hingga antek-anteknya bergemetar ketakutan.

ia  berhasil. Berhasil membuat sebuah bangsa menolak raja mereka. Bukan sekedar raja, Tuhan mereka. Iblis tertawa kali ini melompat-lompat kegirangan. Kali ini, ia bisa menenggelamkan seisi dunia kedalam neraka. Tak ada lagi Nuh dan keluarga yang akan diselamatkan.

Sudah hampir tiga hari mereka berpesta. Sekarang hampir menjelang pagi. Menyambut hari ketiga. Selamanya kita akan terus berpesta Teriak Sang bintang jatuh layaknya panglima.

Tawa menyambutnya membuat kekelaman alam semesta lebih terasa pekat.

tumblr_inline_nf8bpieiw71qjw2is

.

..

….

Semenit.

Semenit yang memutarbalikkan semuanya. Keheningan menampar seluruh alam semesta. Kali ini, ikut menampar seluruh dunia hingga dunia astral pun yang penuh tawa menutup mulut mereka.

Perlahan sebuah goresan cahaya muncul dari langit. Sang ufuk menggoreskan kelahirannya. Namun kali ini berbeda dengan dua hari sebelumnya.

Goresan jingga itu seakan mengoyakkan lantai langit. Memperdengarkan sebuah nyanyian indah dari atas. Nyanyian yang membangkitkan alam semesta.

“Tidak !” Jerit Raja segala dusta itu. ia melompat berdiri dari singasananya.

Seperti de javu.

Ketika Adam dan Hawa tidak dimusnahkan, bahkan dibuatkan pakaian. Ketika sang kakak yang telah membunuh malah diberikan materai untuk melindungi. Ketika dunia penuh dosa namun ada sekeluarga yang diselamatkan. Ketika tulah tulah menimpa mesir dan mempermalukannya.

Ada harapan. Tidak bisa. Tidak boleh.

Karena ia tahu, selama ada harapan, berarti Kasih itu masih ada.

Nyanyian merdu dan lembut itu mengiris pendengarannya. ia masih tidak percaya, paling tidak, ia masih belum mau percaya. Hingga teriakan seorang wanita terdengar memenuhi bumi.

Teriakan yang menjadi bukti hidup. Teriakan itu membuatnya terjerembab dan jatuh. Kali itu Alam semesta tidak lagi menahan-nahan.

Sebuah sangkakala terdengar, seluruh alam bersorak. Para iblis gemetar ditempat. Kedahsyatan yang lebih dahsyat dari sebelumnya.

Kali ini suara pesta pora terdengar dari atas. Bukan saja dari atas, seluruh alam semesta ikut berpesta.

Sang Iblis bungkam tak berkutik. Apalagi semakin ia mendengar, semakin jelas, bahwa suara pesta itu lebih terdengar sebagai seruan perang.

Sang Iblis memandang antek-anteknya kebelakang, menemukan wajah pucat disetiap esensi. Akan ada perang mulai saat itu. Bukan di Israel, kali ini diseluruh dunia. Kali ini bukan soal Israel tapi seluruh alam semesta. Sang Anak telah menebus dunia. Mempersiapkan dunia untuk berperang.

Kali ini dengan kemenangan mutlak bagi setiap orang orang yang dilahirkan dalamNya.

Saat itu, sang Iblis bukan sekedar menjerit, ia mengawali tangisannya.

3D-Painted-Sun-in-Clouds-HD-21-36413-HD-Images-Wallpapers

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s