Shots

People said,

“Go on, one shot wont hit you down.”

Dan Aku meneguk seloki pertama. Controlled by curiosity.

Bzz.. Pahit. Its not even sweet, why people keep drinking this one ?

Selanjutnya hangat menyapa bagian dalam tubuhku. Scientific proved, Alkohol menghangatkan tubuhmu.

Lidah masih berasa pahit, beradaptasi dengan rasa baru.

Oh yeah, the other one ‘shots’ will be okay, because this one ‘just’ 5 %. Its safe, dear.”

Oo dear.. its safe. isnt it ?

Seloki kedua meluncur lebih lancar.

Masih pahit. Still need a fast shot, so you don’t throw up.

Bukankah kehangatan baik untuk tubuh ?

Aku masih tidak merasakan sesuatu yang salah di kepala.

Lagian, bukankah sungguh tidak masuk akal ? Jika minuman di gelas imut ini bisa mengusir kewarasanmu ?

Mabuk ? Seperti hal yang sungguh berlebihan dengan tiga shot in baby level.

Dan seloki ketiga ku teguk dengan akal yang mawas. At least I think.

Sekarang hangat bukan lagi hal yang baru. Seakan seluruh tubuhku sedang di ‘rebus’.

Sungguh berisik ruangan ini. Lampu menyaktikan mata, dan audio yang gak baik untuk telinga.

Teman-temanku sudah meneguk lebih banyak.

Its weird. Something freaking weird happen. Mereka mulai tertawa.

Bahkan si jabrik yang setiap hari di kampus, kondisinya selalu menyerupai orang-orang di iklan televisi. Iklan suplemen penambah darah.

Seloki ke empat berisi alkohol rasa lain.

Oh… I want that laugh….”  Sebelum berpikir sekalimat lagi, seloki keempat terteguk. Masih pahit.

Tuing… Seperti garpu tala yang beresonansi. That shot shoot  the brain.

Oh… Sepertinya kadar alkohol lebih tinggi di seloki ini.

Tipsy they said. Pusing, seperti bermain putar-putar sembari merentangkan tangan.

Next few minutes…. Semuanya menjadi lucu.

Jika suasana seperti chat-room, mungkin sudah penuh dengan ‘wkwkwkwkwkwkw’ dan emot laugh-in-cry.

Oh.. this is why people keep drink this ew-taste drink.”

Musik berdentum yang tadinya mengesalkan kini terdengar pas. Whoa.. kepalaku bergoyang.

“Blah..blah..blah..” Aku berbicara entah apa. Seperti meluapkan perasaan sungguh hal yang nikmat untuk dilakukan.

Its so fun.

I need to drink..”  Mengingat energi yang dikeluarkan dalam goyangan dan tawa.

Whush… oh my…  begitu seloki kelima ku teguk.

I cannot remember why am I doing this in first place.

Semuanya seperti berputar, atau aku yang berputar.

Aku bahkan tidak bisa membedakan apa aku berdiri atau duduk atau malah berada di pelukan seseorang.

drink this..” seseorang mengulurkan seloki.  Atau diriku sendiri yang menawarkan ?

Aku meneguknya. Dan meneguk satu lagi.

Oh my… this shot kill me…

Sebuah pikiran yang seharusnya muncul ketika aku mulai memikirkan manfaat si seloki.

“Oh.. kamu berada di negara tropis yang membuatmu mendapatkan kehangatan terlalu cukup, hingga membuatmu hitam.”

Oh im not that black !!!  wkwkwkwkwkw.

And.. dead.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s