Piring yang Kepenuhan

Aneh

Aku mengernyit sendiri di dalam kamar kosku.

Jika ada kata yang tepat untuk mendeskripsikan kamarku saat itu adalah : Sumpek.

Benar-benar sempit, atmosfir udara yang tidak hirup-able banget, kotor, amburadul.

Bahkan tempat anjing peliharaanku terlelap di rumah dulu jauh lebih bersih.

Berbagai alasan dilempar supaya teman-teman tidak datang ke kos. Menutup pintu rapat-rapat agar penghuni kos lain tidak bisa mengintip dan jantungan karena melihat keajaiban alam dibawah atap yang mereka huni.

HAHA.

Berbeda dulu, ketika awal menempati kos, this room so comfy for me. Bahkan untuk mamaku, dan dulu kawan-kawan sering main. Tapi sekarang ?

Terlalu banyak barang rongsok yang tersimpan. Terlalu banyak sampah yang ditabung karena kemalasan dan kemageran semata.

Maka siang itu, karena kamar sedang siaga 4, segera dibersihkan.

GITAR RONGSOK yang setahun sudah berdebu disebelah lemari, yang sudah rusak, tapi selalu kubilang, “nanti bisa diperbaiki kok.” kataku setahun lalu kepada temanku yang menyuruh untuk menyingkirkan sarang debu itu.

bye Gitar rongsok, now i’ve realized i must let you go :”(

Pret. Juga segala macam buku yang bersebaran dilantai, menganggurkan desk-table yang berdebu.

wah ini pena yang kemarin ilang baru sehari dibeli, kataku ketika menemukan si snowman di balik bebukuan yang berserakan.

wah ini baju dalam yang setahun lalu belum dicuci udah ilang.

Canda deng, ga sejorok itu juga kali.

Begitulah, kamarku segera dibersihkan dan menjadi lenggang dan wangi (karena pengharum kipas)


Yap, gue sadar, bukan karena kamar itu yang terlalu sempit. Hanya barang-barang yang tidak diletakkan dan disusun pada tempatnya.

Seringkali kita menolak hal-hal baru, dengan alasan “nah.. my plate is already full.” idiom dari negeri barat yang kira-kira artinya, “hidupku udah terlalu penuh.”

Merasa waktu-waktu begitu menyita dan melelahkan. Merasa didesak dan sempit dikehidupan sendiri.

cmon ! Perbedaan mereka yang mengendalikan waktu dan dikendalikan waktu adalah bagaimana mereka meletakkan ‘hal-hal’ yang menghabiskan waktu itu.

Setiap orang di bumi punya 24 jam, sebagian dari 24 jam menghasilkan berbagai hal positif. Sebagian lagi merasa 24 jam terlalu singkat, yang lain merasa 24 jam sungguh terlalu lama dan membosankan.

Aku menemukan satu, jika saat ini aku merasa lelah, merasa capek, tidak berarti aku harus melepaskan hal-hal ‘positif’ namun butuh perjuangan keras. Yang perlu dilakukan adalah menata piring yang ada didepanku.

Yap, tata kehidupanmu.

Buang hal negatif, dan sisakan space untuk hal-hal baru.

Kenali apa yang sedang kita kerjakan.

Karena hanya dengan itu kita mampu menata hal-hal yang sedang terjadi dalam kehidupan kita. Ya, dengan mengenali kita bisa tahu mana yang mendatangkan positif dan negatif.

Singkirkan, keluhan-keluhan, karena itu hal negatif yang seharusnya tidak mengambil tempat untuk dipikirkan ataupun dilakukan.

Tetapkan piring seperti apa yang engkau mau tata. Apa-apa saja yang harus ada diatas piring itu.

Hidup gak pernah membosankan, hanya orang-orang saja yang menjadi bosan.

Singkirkan pikiran, “Aku masih membutuhkan ini suatu saat.” Ketika kita tahu bahwa hal itu adalah hal negatif walaupun memberikan kesenangan semata.

Buang apa yang perlu kita buang.

Pilihanku mau membiarkan kamarku begitu hancur untuk seminggu atau setahun kedepan, atau membersihkannya saat ini juga. (jleb)

Hidup tidak berhenti pada orang-orang yang memilih. Tapi tentang orang-orang yang mengerjakan pilihan mereka tersebut.

Yaaasss !

In all hard work there is profit,but merely talking about it only brings poverty.

Dalam setiap kerja keras selalu ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja. -Amsal

thanks for reading this random posting, cheer up ! and God bless you !

Iklan

One thought on “Piring yang Kepenuhan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s