Motif.

“Kok lo bisa sih belajar rajin begitu ?” Ketikku.

“Emang kenapa ?” Balasnya, dengan ketikan. Seakan pertanyaankulah yang aneh.

“Aku kok susah banget ya mempertahankan motivasi agar bisa tetap belajar.” Balasku.

that’s mean you are in the wrong faculty.”

JLEB.

Am I  ?

Aku memutar pikiran, mengumpulkan berbagai bukti demi bukti yang menunjukkan bahwa aku ini wrong way.

Enggak kok, Gue udah betah dengan akuntansi.

Tekanku ke diri sendiri.

Dulu ketika SMA mungkin kalau ditanya ingin jadi apa, apakah besar atau kecil, jadi pujaan atau terabaikan ? inilah jawabnya…

Wkwkw.

Ketika di SMA mungkin Aku dengan pongahnya akan berkata, “ingin jadi dokter atau arsitek.”

Seakan yakin, padahal setelah kusadari, jawaban itu tercipta hanya untuk mencegah orang-orang menanyakan lebih lagi. Bukan datang dari passion atau memang sebuah komitmen.

Thanks God, Perjalanan ini membawaku menuju kampus yang ternyata membuatku menemukan ke’betahan’ dan ke’cintaan’ yang baru.

Jadi, kalau orang bertanya, “Mau gak pindah ke jurusan lain ?”

Aku bakal jawab,

“NO.”

Tapi jika Aku melihat peforma yang kuberikan dalam menekuni studi ini, hmm.. jawaban ‘no’ itu sungguh meragukan.

Jangan mengukur peforma studi dengan IP (Indeks Prestasi), karena bagiku IP-ku cukup baik dan tidak menunjukkan masalah. Tapi secara rasional, Aku sadar bahwa diri ini masih bermager ria dalam mengerjakan studi.

Jadi, kalau bukan karena salah jurusan,

Apa alasannya ?

Malas.

as simple as that.

The lazy person does not roast what he has hunted, but diligence is one’s most important possession. -Proverbs

Keantusiasan dalam mengerjakan sesuatu muncul dari rasa cinta. Tapi, jika habit dan aktualisasi diri selama ini sudah dibangun dengan citra diri yang ‘malas’, mau digas habis-habisan pun bakalan tetap seperti itu.

Jadi gak ada cara lain, selain membangunkan diri sendiri.

Ibarat bangun pagi, emang susah diawal, kasur seakan memiliki daya gravitasi sendiri yang menahan setiap logika dan rasional untuk tetap melekat padanya. Tapi begitu sudah bangun dan duduk, semuanya menjadi lebih mudah.

Jadi ?

Paksain diri lo.

Paksa diri sendiri untuk berjuang, karena itu satu-satunya cara untuk tidak menjadi malas.

Menemukan motivasi gak perlu bersemedi. Ga perlu bongkar google untuk menemukan berbagai pepatah bijak yang manis di pikiran doang. Yang diperlukan adalah membangunkan diri sendiri, karena sesungguhnya setiap motivasi sudah tersedia.

Ada dalam diri lo sendiri.

Cuma gimana bisa kita temuin kalo kitanya asyik dengan kasur dan guling dipelukan.

remember, theres no growth in comfort zone.

Jujur Aku agak heran kenapa dulu Aku sering mengatai orang yang belajar setiap hari ‘ambis’. Catatan, hampir setiap orang di kampus juga mengatakan hal yang sama.

Serba salah, belajar dikatai ambis, bilang ga belajar dikatain psytrap.

Terus Aku sadar, ya emang itu tugas kita sebagai mahasiswa : Belajar.

Bahkan lebih MAHA lagi. Belajar dalam akademis, juga bertahan dan menghidupi kehidupan tersebut. Entah itu dengan networking, melatih soft-skill, apapun itu.

Belajar adalah identitas setiap siswa.

Maka Aku sadar, bukan yang belajar yang dikatain atau dianggap aneh. Seharusnya mereka yang ogah-ogahan, menyepelekan studi merekalah yang seharusnya aneh.



Aku disini bukan sedang doing judgy thing atau malah sok-sok ngebacot.

daripada bacot, mending anggap postingan ini sebagai curcol yang kualami selama minggu uts ini.

Setiap cinta membawa kita kedalam komitmen. Dan dibutuhkan ketekunan dan ketaatan langkah demi langkah untuk mengerjakan komitmen tersebut.

Dan ya, postingan ini juga seperti challenge bagiku. untuk mengalahkan rasa idle. Daripada tidur atau ngapain, Aku ‘memaksakan’ diri untuk melakukan hal yang aku cintai, yakni menulis.

Dan Gue sadar, daripada menyebutnya sebagai paksaan, lebih tepat menyebutnya sebagai usaha MENDORONG DIRI untuk melakukan hal yang kita cintai.

Semangat mendorong !

keep pushing till u get that point, when everything happen because it should be.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s