Cara Mudah untuk Menjadi Koruptor

Harjo 12-01-2011 hal 22

Korupsi/Koruptor

Termasuk  kata yang memiliki khasiat untuk mengubah mood seseorang dari yang bangun di pagi hari, menyesap kopi dengan berharap hari itu lebih baik, namun ketika membaca Koran dan menemukan kata itu sebagai headline, segala kutuk dan caci negatif memanah keluar dari pikiran.

Bahkan siswa SD pun sudah tahu cara menghina dan mencaci para koruptor walaupun mereka belum tahu menahu seluk beluk apa yang sesungguhnya dilakukan koruptor tersebut.

Yang saya tahu selama ini, Koruptor sering disandingkan dengan kata (menurut survey dan pengamatan dari pendapat orang-orang sekitar) brengsek, bajingan, pencuri, bunuh saja mereka, penjahat berdasi, tikus berdasi, gak bermoral dan sejenisnya.

korupses dua
Nih di search di google image
korupses
Hasil google image part 2

Sebelum saya duduk dibangku perkuliahan, saya sendiri sering geram setiap kali melihat headline itu diberita atau dikoran. Belum lagi ketika si Gayus mulai naik daun. Bahkan guru PPKn di SMP saya dulu, pernah memberi ulangan harian dengan soal “Tuliskan dengan lengkap lirik lagu ‘Andaikan Aku Gayus Tambunan.’” Ya, lagu yang lagi ngehitz banget saat itu.

Koruptor, atau yang juga sering dibilang para pencuri uang rakyat, seperti pihak yang kepantasannya tinggi untuk disalahkan jika melihat keadaan negeri yang ‘bobrok’ padahal tidak semestinya.

Masuk di bangku perkuliahan, saya tanpa disangka-sangka masuk ke Perguruan Tinggi Kedinasan, lebih spesifiknya bersentuhan langsung dengan Kementrian Keuangan, lebih jelasnya sealmamater sama si Gayus.

Disini saya mengenal jauh lebih dalam tentang makna korupsi, tentang betapa bahayanya, betapa rentan dan basahnya keadaan dilingkungan kerja nanti untuk menjadi koruptor.

koruptor

Maka sejak awal DINAMIKA (MOS kampus, baca disini), satu kata yang hingga kini di pikiran saya ketika mendeskripsikan kampus yang saya enyam saat ini, Integritas. Muluk ataupun tidak, regulasi kampus ini benar-benar ingin menciptakan lingkungan kondusif untuk berintegritas.

Wait apa itu Integritas ? Integritas adalah suatu konsep berkaitan dengan konsistensi dalam tindakan-tindakan, nilai-nilai, metode-metode, ukuran-ukuran, prinsip-prinsip, ekspektasi-ekspektasi dan berbagai hal yang dihasilkan. Orang berintegritas berarti memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter kuat. (Hasil teratas google engine)

Peringatan hari antikorupsi disini (dikampus saya) dirayakan dengan campaign dilingkungan kampus (bahkan juga lingkungan kementerian) secara gempita. Jangankan ketika hari antikorupsi, beberapa bulan sekali selalu ada proyek mengenai bahaya korupsi dikampus ini.  Ya seperti ‘Say no to Korupsi’ adalah ide dan proyek wajib di kampus ini.

Belum lagi regulasi kampus yang tidak menolerir adanya sontek-menyontek, bukan sekedar rumor bahwa Mahasiswa yang ketahuan menyontek di Drop Out tanpa ampun. Ya, saya menjadi mengerti betapa sudah semakin mawas pemerintahan saat ini. Walaupun tetap saja, integritas lagi-lagi bukan tentang regulasi, tapi tentang diri sendiri.

Ilustrasi yang paling tepat untuk menggambarkan integritas dilingkungan kementerian keuangan (Pemerintah pada umumnya sih) adalah tetap kering di lingkungan yang basah.

Saya jadi ingat sebuah kalimat yang dijadikan sandi disuatu hari MOS kampus saat itu, yang ternyata dikelakarkan oleh salah satu penulis favorit saya.

Bunyinya : Integrity is doing the right thing,even when no one is watching. (C.S Lewis)

Artinya : Integritas adalah melakukan hal yang benar, bahkan ketika tidak ada seorang pun yang melihat kita. 

Back to the corrup-thing

Ya, tapi memang kelihatannya sungguh mudah untuk menilai dan mengutuki para koruptor dari tempat kita berada saat ini. Namun disemester ketiga perkuliahaan saya (saat ini sedang di masa akhir semester 4), saya diajar seorang dosen yang juga bekerja di pemerintahan , dan dari dia saya dibawa masuk lebih dalam tentang pengertian korupsi.

Kalau dulu kan pas SMP dan SMA sering banget diibaratkan seperti : Kalau kita menyontek itu sudah menumbuhkan bibit korupsi. Kalau kita dikasih uang untuk belanja sesuatu dari orangtua terus kita bohongin untuk jajan yang lain, itu juga sama. Dan hal-hal yang menurut saya yaaah.. gue ga gitu gitu amat kok.

Tapi saat itu, Dosen saya menganalogikan seperti ini,

“mau tahu gak ? Gimana bisa kita tahu, kalo saat ini kita berada di posisi para pejabat yang korupsi itu, kita memilih untuk korupsi seperti mereka atau tidak ?”

Kira-kira seperti itulah introduksi dari pandangan yang ingin ia sampaikan.

Dan jawabannya adalah,

“cukup lihat diri kamu saat ini. Kamu disini kuliah kan ? Kamu tahu betapa tinggi standar kelulusan disetiap semesternya ? Dan ingat sekali lagi, kamu disini sebagai mahasiswa yang menuntut ilmu, dibiayai sama rakyat, diberi kepercayaan oleh orantua. Sekarang intropeksi diri kamu, sudahkan kamu belajar dan menjadi mahasiswa sebenarnya ? Atau lebih banyak main-mainnya dibanding belajarnya ? Lebih banyakkah waktu yang dibuang daripada digunakan belajar ? Jika ya, kamu sudah pasti akan melakukan korupsi jika ada di posisi pejabat tersebut.”

TJERRRR… Petir disiang bolong berpadu dengan dentuman piring pecah menjadi soundtrack yang pas saat itu.

Memang sekilas analogi tersebut terlihat jahat. Tapi momen itu saya sadar benar, bahwa apa yang dosen saya utarakan, sungguh benar adanya.

Korupsi sendiri artinya lebih ke penyelewengan kekuasaan (bentuk uang, barang, jabatan apapun itu) untuk keuntungan pribadi.

Jika kita sebagai mahasiswa, maka kita adalah personal yang diberi kekuasaan (uang bulanan, kepercayaan, apapun itu) oleh orangtua kita dan kalau bagi saya dan mahasiswa PTK dan PTN lainnya, juga oleh rakyat.

Maka ketika saya lebih banyak menghabiskan waktu bermain, melakukan hal hal tidak produktif, malahan destruktif, menganggap remeh studi, disaat yang sama, saya sedang melakukan korupsi.

Dan ya, segampang itu. Gak perlu pakai imajinasi langit ketujuh agar bisa menempatkan diri di tempat para pejabat. Cukup lihat diri saat ini, maka jawabannya sudah jelas, kita akan korupsi nantinya atau enggak.

Ya, gampang bukan menjadi seorang koruptor ?

Cukup perbanyak main-main dan membuang waktu. Jangan lupa, kuliah segampangnya saja. Ibadah kalau ingat dan lagi mood saja. Gaperlu susah-susah memperbaiki diri, jadi diri apa adanya aja (seakan diri ini sudah sangat sempurna).

Segampang itu kok.

Maka sekarang, tahulah betapa beratnya arti sebuah integritas. Betapa kerasnya disiplin dan kejujuran yang harus dibentuk agar diri ini dimasa depan tidak melakukan korupsi.

Gada cara lain untuk berhenti korupsi selain melakukan hal lain diluar korupsi. Istilahnya kita gabisa untuk idle atau berada di zona netral. Satu-satunya cara untuk tidak menyalah gunakan kekuasan adalah menggunakan kekuasaan itu dengan benar. Ya, satu-satunya cara agar kita tidak korupsi di masa depan adalah dengan melakukan segala oposisi (kebalikan) dari hal-hal negatif yang secara sadar atau tidak sedang kita kerjakan saat ini, yaitu dengang doing the positive things.

Lo gaperlu ngapa-ngapain untuk menjadi bego, tapi lo butuh kerja keras untuk menjadi cerdas

Its same thing

Lo gaperlu ngapa-ngapain untuk menjadi pribadi yang tidak jujur, tapi lo butuh kerja keras dan pengorbanan untuk menjadi pribadi yang berintegritas.

 Dan ya, betapa pentingnya diri ini untuk terus diperbaiki dan belajar banyak.

Ya sekian tulisan ini saya kerjakan.

Tulisan ini sampai saat ini masih terus membabak belurkan diri saya dan saya harap setiap teman yang membacanya juga dapat mengambil sesuatu dari tulisan ini.

Tulisan ini juga membuat saya lebih dulu tertampar ketika membaca sebuah headline tentang korupsi dibanding segera mencaci maki dan bertindak sok suci.

Selamat beraktivitas kembali, temans ! hope your day going well and your way going right !

See you next post !

1b48001c63204ef2a193bf18a38f0904

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s