25 Jam Sehari

Akan selalu ada masa, di mana, kita akan terbangun dari tidur dengan perasaan yang lelah, masih setengah sadar, dan berkata,

Hasil gambar untuk sleepy in morning gif

“andai gue punya waktu satu jam lagi untuk lanjut tidur”

Dan akan sampai juga waktunya, ketika kita mengerjakan tugas yang begitu menumpuk disertai jatuh tempo yang sudah membuntuti dan begitu mepet, hingga  sesak rasanya,

Hasil gambar untuk stressed because deadline gif

kita mendengus, “andai gue ada tambahan waktu.”

Ya, akan ada masanya kita benar-benar berharap bahwa kita punya waktu lebih dari 24 jam sehari. Bahwa kita punya 8 hari dalam seminggu, hingga ada 1 hari ekstra untuk beristirahat.

Namun lagi-lagi, kita hanya punya 24 jam. 7 hari dalam seminggu. Dan 365 hari dalam setahun (366 kalo tahun kabisat).

Dan ketika gue menulis tulisan ini, daymn.. 2 bulan lagi sebelum tahun 2018 ini berakhir tjuy ! its kinda crazy to know how fast the time changing ~

Hasil gambar untuk holding a feeling gif

Dan diumur gue saat ini yang udah 20 sekian dan terimakasih, serius deh, perihal waktu sudah seperti pipi chubby –nya tatan yang minta dicubit saking gemasnya.

Maksudnya gini, dulu pas gue kuliah, ga terhitung kali ya gue wishing semoga waktu cepat berlalu. Semoga ujian cepat berlalu, semoga gue cepat lulus, hingga ga perlu lagi memikirkan amburadulnya kehidupan perkuliahan.

Dan ketika gue nyaris lulus, gue tersadar gue pun melakukan hal yang sama ketika SMA. Berdoa agar cepat lulus agar bisa kuliah. Karena ketika SMA, dunia perkuliahan seperti hogwarts yang menantang dan terlihat sangat ‘dewasa’ dan kata ‘dewasa’ di masa SMA adalah kata yang menggiurkan.

Jadi ketika gue mulai masuk kerja (pasca lulus kuliah), tbh, gue mulai aware. Trik apalagi yang akan dilakukan Sang Waktu. Apakah gue akan terjebak di fase yang sama atau tidak. Apakah gue akan masih kejar-kejaran seperti tom and jerry, atau gue sudah bisa jalan berdampingan seperti cabe dan terong yang sedang mesra-mesraan di taman kota terdekat.

well.. Gue bisa bilang, fasenya nyaris sama. Namun yang ini, levelnya lebih ganas. Lebih mengenaskan.

Ketika bertemu hari senin, di mana gue harus memulai pekerjaan sehari-hari, yang rada melelahkan (yaiyalah namanya kerja geblek !). Gue selalu gasabar ingin segera bertemu kamis agar besoknya bisa ketemu jumat dan tadaa…. Sabtuku tersayang bisa kupeluk kembali.

BUT !!!! Lalu gue merasa parno sendiri. CMON !

Hasil gambar untuk fucked up gif

Kalau lo yang senasib dengan gue (bertemu senin dan ingin segera bertemu jumat), dan merasa ‘yey, gue gasendiri…’

Gue harap lo juga punya parno yang gue rasa. Atau at least, setelah ini lo ikutan parno. Atau mengerti deh gue parno kenapa.

well.. Parno ga sepenuhnya negatif kan. Yang banyak buruknya itu porno. Ea.

ok, kembali ke topik. Jadi yang bikin gue parno adalah ketika gue sadar,

Bila waktu bergerak tanpa terasa (a.k.a sangat cepat) hingga senin dengan cepatnya gue akhiri agar bisa ketemu jumat, gue akan berakhir pada penyesalan di hari tua.

YA KAN ? *ngegas*

simple-nya gini, gue sekarang hampir selalu mencoba mengevaluasi waktu yang gue habiskan selama seminggu, setelah beberapa bulan mulai kerja gue sadar, waktu-waktu gue habis begitu saja.

seharusnya gue bisa menikmati 24 jam lebih lama lagi.

Daripada tenggo (teng jam lima langsung pulang kantor), Gue bisa kan stay sejam lebih lama untuk mengerjakan hal lain. Ga harus pekerjaan kantor (kalau misalnya udah selesai), misalnya membaca jurnal (eaa), atau belajar bahasa inggris deh, biar bisa semakin jaksel-ish wakaka.

intinya coba deh, lo evaluasi jam-jam yang lo habisin.

Soalnya evaluasi yang gue lakuin selalu berujung pada selusin kata ‘what if’ a.k.a ‘seandainya’

seandainya kemarin gue begini’

seandainya tugas ini gue selesaikan dari minggu lalu.’

dan ga jarang, kita menyesali tahun-tahun yang lalu.

masa lalu yang dikenang lalu membuat kelabu.

etdah.

well.. Setiap dari kita bisa banget punya 1 tambahan jam ekstra setiap harinya. Bila saja kita mau menggunakannya. Bila saja kita sanggup mengorbankan 1 jam yang biasanya kita gunakan sia-sia agar dapat kita gunakan dengan maksimal.

Dan menulis postingan ini salah satunya. Dari kemarin gue mengeluh gue ga punya cukup waktu buat menulis. Ga cukup waktu tersisa buat nge blog. Lalu sadar gue mulai goblok.

Gue punya jam-jam yang bisa gue gunakan, agar besok gue ga lagi berandai-andai, ga lagi bilang ‘seandainya’ tapi gue bisa bersyukur dan berkata ‘thanks God gue kemarin udah begini.’

ngertii kan maksud gue di sini ?

and thats it.

thats how i spent my one hour today, the same one hour with different éxtra productivity.

so again, bukan soal waktu, tapi soal menggunakannya dengan jitu.

Yep,

hati hati dengan waktu,

nanti tersandung kamu sampai jatuh,

lalu tinggal kamu dengan gerutu,

karena telah habis waktu tanpa mutu.

see you till next post  ^^

a/z

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s